"kami adalah penjualsusu.blogspot.com, menjual susu segar murni mentah di sekitaran Yogyakarta dan sekitarnya. kami berusaha menjual susu yang termurni, yang diambil langsung dari koperasi peternak sapi perah di sekitaran Cangkringan. dimana ada nama kami, disitulah ada kemurnian susu!"

Wednesday, February 15, 2012

Pembuatan Permen Susu

Pada prinsipnya, pembuatan permen susu berdasarkan reaksi karamelisasi yaitu reaksi kompleks yang menyebabkan terjadinya perubahan bentuk dari gula menjadi bentuk amorf yang berwarna coklat. Gula dalam susu dipanaskan sampai seluruh air menguap sehingga cairan yang ada pada akhirnya adalah cairan gula yang lebur. Apabila keadaan telah tercapai dan terus dipanaskan sampai suhu melampaui titik lebur, maka mulai terjadi bentuk amorf berwarna coklat tua.
Permen sangat lekat dengan keseharian kita, terutama anak-anak. Bagi mereka, permen merupakan makanan kecil yang mengasyikkan. Apalagi dengan bentuk, warna serta rasa yang beragam. Secara umum, permen yang banyak beredar di kalangan masyarakat berjenis permen keras dan permen lunak
Permen keras adalah permen yang padat teksturnya. Dimakan dengan cara menghisap. Permen jenis ini larut bersama air liur. Sementara permen lunak ditandai dengan teksturnya yang lunak. Jenis permen ini bukan untuk dihisap melainkan dikunyah.

Kandungan dan Manfaat Susu Sapi

Susu sapi tetap yang terhebat ?. Setiap 100 gram susu terkandung panas sebesar 70.5 kilokalori, protein sebanyak 3.4 gram, lemak 3.7 gram, mengandung kalsium sebesar 125 miligram, sementara prosentase penyerapan dalam tubuh sebesar 98% – 100%.

Di dalam susu terkandung vitamin B2 dan vitamin A, selain protein juga terdapat macam-macam asam amino yang penting untuk pertumbuhan tubuh. Sekarang, susu sapi dijuluki sebagai bahan makanan dengan kandungan vitamin lengkap, juga sebagai “darah putih” yang membantu kesehatan tubuh manusia.

Dengan mengkonsumsi minimal segelas setiap hari, maka Anda akan mendapatkan banyak manfaat susu bagi tubuh, Seperti :

Mengapa Susu Segar Lebih Baik?

Masih ingatkah Anda tentang slogan "4 Sehat 5 Sempurna"? Slogan ini sekarang lebih populer dengan istilah "gizi seimbang", dimana tubuh memerlukan asupan yang mengandung lima kelompok gizi dengan jumlah seimbang (tidak lebih dan tidak kurang). Kelima zat gizi tersebut adalah karbohidrat, protein, dan lemak (zat gizi makro), serta vitamin dan mineral (zat gizi mikro). Kelebihan atau kekurangan zat gizi tersebut akan menimbulkan masalah gizi. Penduduk Indonesia, menurut penelitian Bank Dunia tahun 2006, memiliki masalah zat gizi makro, mikro, maupun obesitas.

Kemungkinan besar, masalah gizi ini kerap dihadapi karena ketidaktahuan kita bahwa komposisi zat gizi dalam setiap jenis makanan ternyata mengandung kelebihan dan kekurangan. Makanan tinggi karbohidrat, misalnya, ternyata kekurangan vitamin dan mineral. Makanan kaya vitamin C, ternyata kekurangan vitamin A. Padahal, zat gizi ini saling tergantung satu sama lain. Contohnya, vitamin A perlu lemak sebagai pelarut dan pengangkut. Vitamin C diperlukan untuk penyerapan zat besi. Karena itu, untuk memenuhi semua zat gizi tersebut, sebaiknya kita mengonsumsi berbagai variasi makanan.